Analisis Film: Trinity, The Nekad Traveller
Nama : Frita Maria
Prodi : Psikologi
Fakultas : Fakultas Pendidikan Psikologi
Mata Kuliah : Psikologi Lintas Budaya
Dosen Pengampu : Dr. Phil. Zarina Akbar, M.Psi
I. IDENTITAS FILM
Golan, Merwyn. (2017). “Sinopsis Film ‘Trinity, The Nekad Traveler’ (2017):
Jalan-Jalan Hemat ala Trinity”. [Online] Diakses
pada 3 Juni 2018, dari situs
Pardede, Veynindia Esaloni.
(2015). “Film ‘Trinity, The Nekad Traveller’ Kisahkan Keunikan Dalam
Travelling”. [Online] Diakses 3 Juni 2018, dari https://hot.detik.com/movie/3276142/film-trinity-the-nekad-traveler-kisahkan-keunikan-dalam-traveling
I. IDENTITAS FILM
Judul Film : Trinity, The Nekad Traveller
Genre :
Drama, Petualangan
Durasi : 103 Menit
Tanggal Rilis : 16 Maret 2017
Pemain : Maudy Ayunda, Hamish Daud, Babe Cabita, Rachel Amanda, Ayu Dewi,Anggika Bolsterli, Cut Mini, Farhan, Tompi
Tanggal Rilis : 16 Maret 2017
Pemain : Maudy Ayunda, Hamish Daud, Babe Cabita, Rachel Amanda, Ayu Dewi,Anggika Bolsterli, Cut Mini, Farhan, Tompi
Produser : Ronny Irawan. Agung Saputra, Lela
Tresna
Penulis
Naskah : Rahabi Mandra
Produksi : PT
Tujuh Bintang Sinema
II. SINOPSIS FILM
Film ini adalah hasil adaptasi dari buku The Naked Traveller karangan Trinity
sendiri (penulis aslinya). Di filmnya, mengalami sedikit perubahan pada judul
dan beberapa jalan cerita.
Trinity (Maudy
Ayunda) adalah seorang pegawai kantoran sekaligus travel writer yang hobinya berjalan-jalan. Menurutnya, ia travelling demi memiliki bahan atau
materi agar dapat ditulis diblognya, dan ia butuh materi itu untuk mendapatkan
uang sebagai modal jalan-jalannya.
Sebagai blogger,
banyak orang yang mengira situsnya adalah kumpulan cerita orang yang
berjalan-jalan sambil telanjang. Beberapa perusahaan atau negara pun memblokir
situs yang mengandung kata ‘naked’,
hingga akibatnya, situsnya sempat ter-banned.
Bahkan inbox email-nya penuh
dengan junk mail yang isinya jualan
obat-obatan ‘aneh’.
Sejak kecil, ia diajarkan oleh ayahnya untuk
mencari uang sendiri jika menginginkan sesuatu. Begitu juga kalau ingin
jalan-jalan. Setiap kumpul dengan keluarga besar, selalu saja membicarakan
tempat yang pernah atau akan dikunjungi. Trinity juga memiliki dua sahabat
sejak kuliah, yaitu Yasmin (Rachel
Amanda), dan Nina (Anggika Bolsterli) yang memiliki hobi serupa.
Ia selalu membuat banyak daftar tempat yang
ingin dikunjungi untuk jalan-jalan (bucket
list) di buku kecilnya. Gadis ini bahkan pernah bekerja di beberapa tempat sewaktu
lulus kuliah, seperti menjadi SPG, sampai kini ia sudah lama bekerja di suatu
perusahaan. Namun mejanya sering kosong, karena ia terlalu sering jalan-jalan.
Sampai pada saat ia ingin kembali travelling,
ia dilarang oleh bosnya (Ayu Dewi) karena jatah cutinya dalam setahun sudah
habis. Trinity pun diberi target, dan jika tercapai, ia dibolehkan pergi, namun
jika tidak, gajinya akan dipotong.
Kisah
cinta dengan pacarnya, Charles Bonar yang ingin Trinity menjadi calon istri
yang memiliki menu makan sehat pun tidak dilanjutkan. Sementara itu, ayah
(Farhan) yang berlatar belakang suku Batak dan ibunya (Cut Mini) dengan suku
Sunda, sudah menginginkan cucu darinya. Sedangkan ia selalu berkilah akan
mencari jodoh bila bucket-list-nya sudah terpenuhi.
Keliburan kantor karena ‘hari kejepit
nasional’ pun dimanfaatkan Trinity untuk memesan tiket pesawat untuk pergi ke
provinsi paling Selatan di pulau Sumatera dengan ibukotanya Bandar Lampung.
Disana, ia melihat Festival Layang-layang, yang membuatnya menemui Aldo,
seorang penduduk lokal yang akhirnya membawanya ke rumah makan masakan Lampung
terenak. Setelahnya, mereka berdua naik kapal untuk pergi menyeberang ke Anak
Gunung Krakatau. Perjalanan di sana dipimpin oleh seorang tour guide wanita yang menggambarkan kejadian meletusnya Krakatau,
juga aturan saat menaiki anak Krakatau, yaitu untuk menjaga sikap dan
perkataan. Setelahnya, Trinity pun berpisah dengan Aldo dan melanjutkan
perjalanannya sendirian.
Di Way Kambas, Trinity bertemu Paul (Hamish
Daud), volunteer yang sedang
memandikan seekor gajah di kolam. Mereka berdua asik membicarakan kelangkaan
Gajah Sumatera yang terus kehilangan habitatnya akibat dijadikan area
perkebunan. Paul dan Trinity memiliki destinasi berbeda. Sebelum mereka berdua
kembali terpisah, Trinity sempat meminta nomor ponselnya. Menurut Paul, bila
mereka jodoh, maka akan bertemu kembali tanpa berhubungan atau janjian terlebih
dahulu.
Saat kembali ke kantor, bosnya
menargetkannya untuk meningkatkan produktivitas dan performa kerjanya agar bisa
memperoleh jatah cuti lagi. Kebetulan ada Tompi yang sedang sesi pemotretan di
sana, Trinity ingin memenuhi bucket list-nya
melalui swafoto dengan Tompi. Ia melakukan penelitian atau survey kecil-kecilan
dan mengidekan untuk membawa Tompi ke Makassar dan mengadakan event disana, karena kebanyakan yang
berkomentar positif akan Tompi di berita, artikel dan lainnya adalah orang
dengan bergaya bahasa khas Makassar. Makassar sebagai kota besar dan pintu
gerbang masuk ke Indonesia bagian timur itu dimanfaatkan bosnya untuk
memasarkan produk perusahaannya.
Trinity yang sedang makan dengan dua
sahabatnya, ditelepon bos untuk datang ke kantor. Di kantor, ia diminta untuk
membawakan Tompi melon kotak ke Makassar. Ia pun ke Makassar dengan tiket
pesawat dan hotel yang dibiayai oleh kantornya. Ia bertemu Tompi lalu
menemaninya makan melon berdua, rupanya untuk menaikkan mood Tompi sebelum briefing dan kembali kerja. Trinity yang
terlambat terbang ke Jakarta, akhirnya dapat tiket pulang malam hari,
Sebelumnya, ia makan Coto Makassar, lalu pergi ke Karst Ramang-ramang untuk
menunggu waktu pulang.
Di kantor, rupanya penjualan produk kantor
naik hingga tiga ratus persen. Trinity langsung menyusun rencana trip ke Filipina dengan sahabatnya dan
juga sepupunya, Ezra (Babe Cabita). Untuk bisa minta jatah cuti, ia mengerjakan
semua pekerjaannya untuk dilaporkan ke bos, dan akhirnya ia diizinkan cuti dan
berangkat ke Manila dengan budget pas-pasan.
Sesampainya di Manila, mereka berwisata
kuliner ke Quiapo Market. Di sana, ada beberapa jajanan yang mirip seperti di Indonesia,
misalnya kembang tahu, es dung-dung, dan tempe pinggir jalan. Makanan aneh seperti
anak ayam satu hari pun dijual. Yasmin dan Trinity bertengkar karena bucket list Trinity yang harus selalu
dipenuhi dan over budget. Ezra yang
hilang karena mencari minyak angin saat
itu, akhirnya pulang sendiri ke hotel tempat ia menginap.
Trinity dan kedua sahabatnya pulang, dan
mendapat email misterius dari Mr.X yang meminta nomor id reservation, lalu membelikannya tiket ke tempat yang ingin ia
datangi, Maldives. Tanpa diduga, di sana ia bertemu Paul. Mereka berpacaran, namun
hubungannya kembali kandas karena Trinity merasa tidak nyaman akan semua yang
terjadi. Trinity memutuskan kembali pulang, dan dibelikan lagi tiket pulang gratis
dari Maldives gratis oleh Mr.X.
Paul yang berjanji akan menelepon saat
Trinity kembali di Jakarta pun hilang dengan janjinya. Setelahnya, Trinity resign dari kantor, namun masih tetap
melanjutkan hobi jalan-jalannya. Akhirnya
Trinity menemukan pekerjaan yang cocok dan sesuai dengan panggilan hatinya,
penulis buku. Akhirnya, ia menerbitkan buku yang best seller dengan judul “The
Naked Traveller”. Dalam sebuah wawancara
promosi, saat ditanya negara mana yang paling berkesan untuknya, dengan bangga
Trinity menjawab, 'Ke mana pun kaki melangkah, rumahku Indonesia'.
III.
ANALISIS
FILM TERKAIT DENGAN KAJIAN LNTAS BUDAYA
Menurut
Matsumoto (1996), “Culture as the set of attitudes, values, beliefs, and
behaviors shared by a group of people, but different for each individual,
communicated from one generation to the next “. Sedangkan menurut
Koentjaraningrat (1988), budaya diartikan sebagai wujud yaitu mencakup
keseluruhan dari gagasan, kelakuan, dan hasil-hasil kelakuan. Budaya diyakini
sebagai produk, baik berupa gagasan maupun sudah berwujud perilaku atau material.
Berdasarkan
penjabaran alur cerita film diatas, ditemukan bahwa banyak sekali budaya yang
ditunjukkan di dalamnya, serta dapat dikaitkan dengan beberapa aspek dari
psikologi lintas budaya terkait film ini.
Sosialisasi
merupakan pewarisan budaya yang melibatkan pengajaran yang terjadi dalam
kelompok. Menurut Child (dalam Segall, 1990), sosialisasi diartikan sebagai
keseluruhan proses yang berlangsung individual yang dapat diterima oleh
individu tersebut dengan merujuk pada standar dan nilai-nilai dari kelompoknya.
Agen primer yang berperan dari berlangsungnya proses sosialisasi dalam film ini
adalah kedua orang tua Trinity yang dengan percampuran budaya Jawa atau Sunda
dengan Bataknya mengajarkan anaknya untuk berkepribadian seperti yang
diharapkan, dan menjadikan anaknya hidup dengan berperspektif multikultural.
Akulturasi
juga didapatkan dalam film ini. Akulturasi adalah proses saling mempengaruhi
antara dua kebudayaan yang mengakibatkan tercampurnya kebudayaan itu. Hal ini
yang menjadi warna dalam kehidupan Trinity. Latar belakang orang tua bahkan
perbedaan yang ada antara keluarga besarnya dari segi fisik, ras, etnis, suku,
agama, dan golongan pun menjadikan Trinity memiliki sikap yang bisa menerima
perbedaan. Terlepas dari adanya krisis personal atau tidak, Trinity mungkin
cukup pandai dalam mengatasi stress akulturasi yang mungkin timbul.
Dari
sisi kepribadian atau self-nya,
Trinity merupakan seseorang yang pandai bergaul, pemberani, cukup memiliki jiwa
skeptis yang tinggi, tidak cepat puas, dan menyukai hal atau pengalaman baru. Selain
itu, dirinya juga menginternalisasi hal-hal seperti kemandirian yang diajarkan
oleh ayahnya, misalnya saat menginginkan sesuatu, baiknya ia harus berusaha
mendapatkannya dengan usaha sendiri. Hal-hal yang dipahaminya sebagai konsep
atau bahkan persepsi diri inilah yang kemudian membawanya kepada perjalanan panjangnya
selama ini, ia tidak pernah ragu dan takut sedikit pun untuk mengunjungi daerah
mana pun. Di dalam ataupun luar Indonesia. Dengan mudahnya, ia dapat membawa
dirinya hingga bisa menyesuaikan dan beradaptasi dengan lingkungan yang baru ia
temui.
Persepsi (dalam Matsumoto, 2008)
merupakan tindakan menyusun informasi dari organ-organ sensorik menjadi suatu
keseluruhan yang bisa kita pahami. Banyak hal yang bisa menjadi stimulus untuk
kemudian disensasi lalu dipersepsikan oleh Trinity. Berbagai inderanya selalu
bekerja saat ia travelling¸ia melihat
pemandangan yang unik dan indah, mendengar setiap bahasa yang berbeda-beda,
meraba penampakan atau benda bahkan bentuk makanan yang belum pernah ia temui
sebelumnya, mencium bau masakan bahkan mengecap rasa masakan. Semua itu
dipersepsikan oleh Trinity dengan caranya sendiri. Berdasarkan keterkaitan persepsi
dengan realitas, pengecapan, maupun pengalaman, akhirnya ia berpersepsi bahwa
seindah-indahnya ia berada di negeri orang, bahkan Maldives sekalipun, yang
akan selalu ia rindukan adalah negeri Indonesia ini. Dari hal ini, dapat
dipahami bahwa kebudayaan turut membentuk atau mengkonstruksi caranya
mempersepsi lingkungan.
Kognisi adalah istilah umum yang
mencakup seluruh proses mental yang mengubah masukan dari indera menjadi
pengetahuan. Dari kemiripan makanan Filipina dengan Indonesia, dikatakan bahwa
Trinity dan sahabatnya sedang berkutat dalam kategorisasi kognitifnya. Trinity
berbicara dengan Nina yang suka memfoto semua hal, sedangkan ia tidak. Trinity
menekankan pada kognisinya untuk mengingat kejadian atau peristiwa dan hal-hal
bagus yang ditangkap oleh kelima indranya selama travelling. Namun, ia pun masih membutuhkan blog yang menjadi
wadahnya dalam menyimpan semua ingatan yang didapatnya itu selama perjalanan.
Terkait
dengan kajian ilmu psikologi lintas budaya dengan ilmu lainnya, seperti
Psikologi Perkembangan, Trinity yang
baru diketahui memiliki adik perempuan ini mungkin saja merasakan pola asuh
orang tua yang demokratis atau otoritatif, yaitu gaya pengasuhan yang tegas,
adil, dan masuk akal. Karena berdasarkan film, dikatakan bahwa ia belajar
mandiri dari ayahnya dan karena ayahnya jugalah yang mengajarkan, yang akhirnya
menjadikan dirinya seperti sekarang ini (tidak bergantung kepada orang tua,
pandai bergaul, pemberani dan cukup percaya diri).
Untuk
hal tempramen, kurang dibahas terlalu lebih di film ini. Namun sekilas terlihat
bahwa Trinity memiliki tempramen yang cukup tenang dan tidak agresif dalam
menyikapi segala sesuatu. Kelekatannya dengan orang tua pun dinilai cukup lekat
dan dapat digolongkan ke kelekatan yang aman (ikatan dimana sang ibu bersikap hangat
dan responsive), karena saat scene
yang berada di ruang tamu, ibu, ayah dan ia cukup menunjukkan sebuah proses
diskusi yang hangat di balik adanya akulturasi antar dua budaya. Trinity cukup
terbuka dalam membahas dan menceritakan hubungannya dengan mantan pacarnya,
Charles Bonar. Begitupun orang tuanya yang asertif dalam menyampaikan
keinginannya pada anaknya itu. Selain itu juga melihat bahwa mereka sering
berkumpul dengan keluarga besar.
Dalam
hal pemerolehan bahasa, Trinity cukup pandai beradaptasi walaupun dengan
menggunakan bahasa Inggris, dan bukan bahasa Tagalog sewaktu di Manila,
Filipina. Dari waktu pembacaan komentar mengenai Tompi pun, ia berkata cukup
mengenali bahasa yang digunakan setiap orang, yang bisa menandakan dari suku
mana ia berasal.
Ditilik
dari bidang psikologi sosial, ditemukan adanya hal-hal seperti ketertarikan
interpersonal Trinity dengan Paul, adanya kehangatan baik di dalam persahabatan
mereka maupun hubungan keluarga Trinity sendiri, dan lain sebagainya.
Sebagai
pegawai kantoran, Trinity tidak terlepas dari aspek psikologi lintas budaya
terkait kajian Psikologi Industri Organisasi. Misalnya saja seperti, dimana
mungkin terlihat budaya kerja yang ditampilkan di film, ketika ia berdiskusi
dengan bosnya ataupun kala rapat dengan rekan sekerjanya, menunjukkan budaya
organisasi dalam perusahaan itu. Trinity mungkin mendapatkan konflik batin
dimana jiwanya ingin bebas dan berjalan-jalan, namun ia harus duduk manis di
kantor menyelesaikan setiap deadline yang
diberikan bosnya. Ia juga sulit keluar dari zona nyamannya. Hingga akhirnya
tiitk jenuhnya adalah saat ia mengundurkan diri dari kantor demi untuk menemui
keinginan batinnya yang hakiki.
Selain
itu juga, demi memperoleh jatah cuti atau bahkan hari libur tambahan, di
samping itu, Trinity dinilai memiliki motivasi dan produktivitas yang tinggi.
Terbukti pada berbagai target yang dibuat oleh bos baginya, namun tetap
berhasil ia capai, bahkan lampaui. Misalnya saat penjualan produk perusahaan
naik 300% berkat ide brilian darinya. Dan juga untuk tugas yang belum waktunya
dikumpulkan, namun sudah lebih dulu dikerjakannya. Sebagai pegawai kantoran
yang juga traveler, ia dinilai cukup
hebat dan bertanggung jawab dalam pekerjaannya.
Satu-satunya konflik antar budaya organisasi yang terlihat
adalah dengan rekan sekerja wanitanya yang selalu menitip untuk dibawakan
oleh-oleh kemanapun Trinity pergi. Ia seperti bersaing dengannya.
DAFTAR PUSTAKA
Anonim. “Trinity, The Nekad Traveller”. [Online] Diakses pada
3 Juni 2018, dari situs https://www.wowkeren.com/film/trinity_the_nekad_traveler/
Golan, Merwyn. (2017). “Sinopsis Film ‘Trinity, The Nekad Traveler’ (2017):
Jalan-Jalan Hemat ala Trinity”. [Online] Diakses
pada 3 Juni 2018, dari situs
Matsumoto, David. (2008). Pengantar
Psikologi Lintas Budaya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Pardede, Veynindia Esaloni.
(2015). “Film ‘Trinity, The Nekad Traveller’ Kisahkan Keunikan Dalam
Travelling”. [Online] Diakses 3 Juni 2018, dari https://hot.detik.com/movie/3276142/film-trinity-the-nekad-traveler-kisahkan-keunikan-dalam-traveling
Wikipedia. (2018). “Trinity, The Nekad Traveller”. [Online]
Diakses pada 2 Juni 2018, dari situs https://id.wikipedia.org/wiki/Trinity,_The_Nekad_Traveler
Comments
Post a Comment
Hi, guys! Please kindly left some comments. Thx, love!